17 Oktober 2009

Manfaat ULOS dalam upacara adat

Jenis" Ulos yang di kenal dalam adat Batak :

1. Ulos Jugia : disebut ulos na so ra pipot atau Pinunsaan, biasa disebut juga Ulos Homitan menurut kepercayaan orang Batak Ulos ini hanya boleh dipakai oleh orang yang sudah " Saur Matua " Yakni semua anak laki-laki dan perempuan sudah menikah dan dari semua anaknya itu sudah mempunyai Cucu. Ulos ini sering dijadikan warisan orang tua kepada anak-anaknya dan nilainya sama dengan " Sitoppi "
(Emas yang dipakai oleh istri Raja-raja pada waktu pesta).


2. Ulos Ragidup : Ulos ini setingkat dibawah ulos Jugia, dapat dipakai untuk berbagai keperluan baik acara duka cita maupun suka cita dan ulos ini dapat dipakai oleh Raja adat, orang berada dan rakyat biasa.


3. Ulos Ragi Hotang : Ulos ini biasanya diberikan kepada sepasang pengantin yang di sebut sebagai ulos Hela. Cara pemberiannya adalah dengan disampirkan dari sebelah kanan lelaki, setinggi bahu, terus sampai ke sebelah kiri pengantin perempuan.


4. Ulos Sadum : Ulos ini penuh dengan warna warni yang ceria sehingga sangat cocok dipakai untuk acara suka cita. Ulos ini begitu indah sehingga sering dipakai sebagai ulos kenang-kenangan.


5. Ulos Runjat : Ulos ini biasa dipakai oleh orang kaya atau terpandang pada waktu menghadiri undangan. Dapat juga diberikan kepada pengantin oleh keluarga terdekat misalnya : Tulang, Pariban dan Pamarai.


6. Ulos Sibolang : Ulos ini dipalai untuk acara duka maupun suka cita. Untuk keperluan duka cita biasanya di pilih yang warna hitamnya menonjol sedangkan acara suka cita di pilih yang warna putihnya menonjol. Dalam peristiwa duka cita ulos ini paling banyak digunakan untuk ulos saput atau ulos tujung, ulos ini tidak lazim dipakai sebagai ulos Pangupa atau Parompa.


7. Ulos Suri suri Ganjang : Ulos ini dinamakan demikian karena raginya berbentuk sisir memanjang.. Ulos ini dapat diberikan sebagai ulos Hela kepada pengantin baru. Ulos ini mempunyai keistimewaan yakni panjangnya melebihi ulos biasa.


8. Ulos Mangiring : Ulos ini mempunyai ragi yang saling beriring yang melambangkan kesuburan dan kesepakatan. Sering diberikan orang tua sebagai ulos Parompa kepada Cucunya, dengan harapan kelak akan lahir adik-adiknya sebagai teman seiring dan sejalan.


9. Ulos Bintang Maratur : Ulos ini raginya mengambarkan jejeran bintang yang teratur. Jejeran bintang ini mengambarkan orang yang patuh, rukun, seiya sekata dalam ikatan kekeluargaan. Nilai dan fungsinya sama dengan ulos mangiring.


10. Ulos Sitoluntuho :Ulos ini biasanya dipakai sebagai ikat kepala atau selendang wanita. Tidak mempunyai makna adat, kecuali bila diberikan kepada anak yang baru lahir sebagai ulos parompa.. Disebut " Sitoluntuhon " karena raginya berjejer tiga menyerupai tuho atau tugal. Tuho adalah sejenis alat pertanian yang biasa dipakai melobangi tanah untuk menanam benih.


11. Ulos Jungkit : Ulos ini disebut juga ulos na nidongdang atau ulos purada. Purada atau permata merupakan penghias dari ulos tersebut. Dahulu ulos ini dipakai oleh anak gadis dari keluarga raja raja yang dipakai hingga batas dada ( Purada atau Permata dahulu dibawa oleh saudagar - saudagar India lewat pelabuhan Barus ) tetapi pertengahan abad 20 ini permata tersebut tidak ada lagi di perdagangkan, maka bentuk permata dari ulos tersebut diganti dengan cara manjungkit benang ulos tersebut.


12. Ulos Lain lain : Masih banyak ulos batak yang lain tetapi sudah jarang sekali kelihatan dan jarang dipakai dalam acara adat Misalnya : Ulos Lobu lobu, Ragi Panei, Ragi Hatirongga, Ragi Ambasang, Rgai Sidosdos, Ragi Sampurborna, Ragi Siattar, Ragi Sapot, Ragi Siimput ni Hirik, Ulos Bolean, Ulos Padang Rusa, Ulos Simata, Ulos Happu, Ulos Tukku (Semuanya sudah jarang ditemukan).


NB :
* Hotang = Rotan
* Ragi = Corak


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar